Tuesday, June 5, 2012

Mark Berniat Membeli Blackberry


Salah satu alasan mengapa kinerja saham Facebook tidak sesuai harapan sebagian orang adalah fakta bahwa  perusahaan situs jejaring sosial tersebut tidak memiliki produk fisik yang berwujud (tangible).

Model bisnisnya saat ini tidak sustainable, dengan 82 persen pendapatan berasal dari iklan. Sementara hampir setengah dari 901 juta penggunanya mengakses Facebook dari aplikasi mobile yang tidak bisa dihinggapi pesan komersil.

[imagetag]
Tak lama lagi, keadaan tersebut mungkin akan berubah karena Facebook dikabarkan tertarik membeli Research  in Motion (RIM), produsen smartphone Blackberry. Dengan begitu, Facebook bisa memiliki produk hardware sehingga meningkatkan kepercayaan investor terhadap sahamnya.

Paul Amsellem, kepala bidang operasi Grup Jaringan Mobile di  Perancis, percaya bahwa hal tersebut tak lama  lagi akan menjadi kenyataan. "Facebook menghadapi tekanan dari investor dan membutuhkan proyek jangka  panjang," ujarnya, seperti dikutip dari International Business Times.

Keuntungan lain dari membeli RIM adalah Facebook bisa menghasilkan uang lewat aplikasi dan fitur-fitur lain pada smartphone yang dibuatnya sendiri.

RIM, perusahaan asal Kanada yang sedang terbelit kesulitan finansial, saat ini memiliki nilai kapitalisasi pasar 5,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 46 triliun. Angka tersebut lima kali lebih besar dibandingkan  nilai Instagram yang dibeli Facebook seharga 1 miliar dollar AS.

Apabila nantinya Facebook benar-benar mengakuisisi RIM, situs jejaring sosial tersebut akan mengikuti langkah beberapa perusahaan software yang juga melebarkan sayap ke bisinis hardware, seperti Microsoft dan Google.

Selain lewat produk ponsel bikinan sendiri, Facebook juga dikabarkan sedang mempertimbangkan langkah-langkah lain seperti akuisisi produsen browser mobile populer Opera dan integrasi Facebook ke platform iOS agar bisa mengambil keuntungan dari basis pengguna mobile-nya.


sumber
#fd452a

No comments:

Post a Comment