Friday, June 8, 2012

Ketua Koperasi Langit Biru Jadi Buron

[imagetag]

Jakarta:Diburu kemana-mana, Pemimpin Koperasi Langit Biru Jaya Komara menghilang. "Ia seperti raib ditelan bumi" kata Kepala Polisi Sektor Cisoka, Ajun Komisaris Budi Hermanto, Kamis 7 Juni 2012.

Budi mengaku timnya telah mencari Jaya ke tempat tinggalnya di Pelosok Cisoka, Kecamatan Solear. Namun hasilnya juga tetap nihil.

Polisi, kata Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengakui kesulitan mengusur kasus ini. Apalagi, mayoritas nasabahnya, tersebar di banyak daerah di Indonesia. Nasabah koperasi itu, kata Rikwanto, antara lain berada di Jawa Barat, Sumatera, dan Sulawesi. "Sebanyak 70 persen di luar DKI Jakarta," kata dia. Hingga kini belum ada penetapan tersangka, tapi 17 saksi telah diperiksa, termasuk karyawan dan investor.

Polisi mulai menyelidiki kasus ini setelah empat investor melapor ke kantor Kepolisian Resor Kota Tangerang atas tuduhan penipuan. Saat ini aset dan dokumen koperasi disita polisi. Aset yang disita polisi, di antaranya gedung koperasi dan rumah Jaya Komara.

Ia mengatakan puluhan investor masih berdatangan ke kantor koperasi di Perum Bukit Cikasungka Blok ADF Nomor 2, 3, 4, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear. Sebanyak 150 personel diturunkan untuk menjaga aset yang rawan terhadap penjarahan dan pengrusakan tersebut.

Apalagi, kata dia, pengelola koperasi telah mengumumkan akan membagikan bonus keuntungan usaha pada 2 Juni hingga besok. Sabtu pekan lalu, sebanyak 2.000 investor mengamuk dengan menjarah dan merusak kantor koperasi.

Koperasi Langit Biru, semula bernama PT Trasindo Jaya Komara, berdiri sejak Januari 2011. Salah satunya kegiatan usahanya adalah pengelolaan daging dan kerja sama dengan 62 pemasok daging sapi.

Sebelum berbentuk badan hukum, koperasi ini telah memutar uang dana nasabahnya sebesar Rp 6 triliun. Pengelola menggunakan sistem arisan daging bermotif multilevel marketing. Jumlah nasabah koperasi mencapai 125 ribu orang. | Tempo.co
#fd452a

No comments:

Post a Comment