Monday, June 4, 2012

Bermacam-macam Jamur & Cara Mengolahnya

[imagetag]
JAMUR memiliki banyak jenis dan bisa diolah dalam berbagai menu. Kenali cara memerlakukannya, apalagi jamur tergolong sensitif.

Jamur tersedia dalam banyak ragam aroma dan rasa. Berikut beberapa panduan untuk mengolah berbagai jenis jamur yang ada, seperti dilansir Realsimple:

Kremini

Soal penampilan dan rasa, jamur ini memiliki kekhasan, tekstur halus, dan warna cokelat pucat. Sementara mengenai harga, jamur ini sedikit lebih mahal sedikit daripada jamur kancing.

Jamur kremini sangat cocok diolah tumis karena memiliki kadar air yang rendah. Tumis bersama mentega dan rempah-rempah sebelum diaduk bersama kuah sup untuk menambah aroma segar. Jamur ini bisa pula dipotong dadu lalu digunakan untuk mengisi omelet.

Tiram

Jamur ini memiliki rasa asin, kebanyakan berwarna gading pucat, tapi ada pula yang berwarna kuning, pink, biru, dan lavender. Cara mengolahnya, cukup ditumis sebentar dengan minyak zaitun atau mentega karena teksturnya sangat lembut. Jamur tiram juga bisa ditambahkan ke dalam salad. Jarum tiram tidak memiliki daya tahan yang lama sehingga harus segera digunakan.

Portobello

Bisa dibilang, jamur ini berbeda dengan jamur lain. Selain bentuknya gemuk, rasa jamur portobello cukup kaya. Cukup rendam dalam minyak zaitun dan cuka balsamic kemudian tumis atau panggang, apapun sesuai selera. Sebelum dimasak, sebaiknya buang bagian hitam pada jamur agar tidak menjadikan masakan berwarna hitam.

Enoki

Jamur enoki renyah dengan bentuk agak panjang dan sedikit rapuh. Cukup dibilas dalam saringan dan dikeringkan, jamur pun siap dipakai.

Jamur ini bisa memberikan penampilan mencolok bila digunakan untuk memasak. Masukkan jamur enoki pada saat-saat terakhir memasak.

Jamur enoki bisa digunakan untuk membuat sandwich dan salad. Cara pemakaiannya, potong batang jamur setengah sampai satu inci dari bagian dasar.

Shitake

Jamur shitake paling sering digunakan. Warnanya cokelat dan hampir mendekati hitam. Jamur shitake akan mengeluarkan rasa yang kuat bila ditumis. Untuk menahan rasanya, gunakan jahe dan bawang putih. Sebaiknya, jamur shitake tidak diolah terlalu matang karena teksturnya akan cenderung alot.

Porcino

Jamur ini selalu dipakai dalam masakan Italia dan Prancis. Jamur porcino mempunyai rasa alami sehingga sering ditambahkan ke dalam saus pasta, lasagna, dan risotto. Ada juga yang mengolahnya dengan cara dipanggang. Jamur porcino sering muncul pada akhir musim panas dan musim gugur.

Morel

Mungkin jamur ini terdengar asing. Rasanya seperti kacang, biasanya diolah dengan diberikan saus daging sapi atau ditumis dengan mentega. Jamur ini juga bisa dipakai pada olahan steak dan omelet. Karena tumbuh liar dan sulit ditemukan, harga jamur ini tergolong cukup mahal dibanding jamur lainnya.
#fd452a

No comments:

Post a Comment