Friday, June 1, 2012

ASTAGA!! Di India Janin Perempuan Jadi Makanan Anjing !


DI INDIA GENOSIDA PEREMPUAN TERJADI,JANIN PEREMPUAN JADI MAKANAN ANJING



Di Bede, Maharashtra – negara bagian India memiliki rasio seks anak terburuk dimana dalam 801 anak perempuan berbanding dengan 1.000 anak laki-laki.


[imagetag]

Yang paling tragis adalah mengetahui adanya praktek aborsi dimana memang dilakukan oleh para orang tua karena mengetahui janin yang dikandungnya adalah berjenis kelami perempuan. Dan paling mengenaskan dokter yang melakukan aborsi malah menutupi praktek pembunuhannya dengan memberikan mayat janin menjadi makanan anjing.


[imagetag]

Praktek memuakkan itu terungkap di kota perlukan, di Maharashtra – negara dengan rasio jenis kelamin anak terburuk di negara itu. Dengan habis dimakan anjing, artinya dokter tersebut dapat menyingkirkan tubuh tanpa harus membuangnya melalui saluran resmi. Perbuatan dokter ini diketahui oleh Varsha Deshpande dari Lek Ladki Abhiyan, lembaga amal yang melawan praktek tersebut.


[imagetag]

Dia menyatakan organisasinya telah melakukan penyelidikan pada Dr Sudam Munde pada tahun 2010, di mana ia secara terbuka berbicara tentang bagaimana ia mengaborsi janin perempuan dan memberi makan mereka untuk lima anjing. Saat itulah polisi telah menangkapnya, tetapi dia dibebaskan segera dan kembali dengan aktivitasnya.
"Seseorang bahkan melihat janin diumpankan ke hewan," kata Deshpande.
Suresh Shetty, menteri kesehatan masyarakat untuk Maharashtra – India – negara terpadat kedua – juga mengakui ia mendengar janin dilemparkan ke anjing. Deshpande menambahkan, " polisi tidak mengambil tindakan karena Munde berpengaruh. '


[imagetag]


Shetty juga mengatakan, "dokter bedah sipil kami yang telah pergi untuk menyelidiki rumah sakit Munde justru dikurung di sebuah ruangan oleh beberapa preman. Mereka bahkan menyiksanya dan memintanya untuk pergi". Hingga berita ini dilansir, belum ada kabar selanjutnya bagaimana kelanjutan dari Dr.Sudam Munde si pemberi makan janin kepada 5 anjingnya itu.
#fd452a

No comments:

Post a Comment