Saturday, May 26, 2012

Awan Berbentuk Semar Muncul di Gunung Sumbing

Penampakan awan berbentuk tokoh pewayangan Semar muncul di kaki lereng Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (19/5). Awan itu muncul sekitar pukul 18.00 WIB, tepatnya menjelang maghrib.

Penampakan tokoh paling tua kelompok punokawan ini secara sengaja sempat diabadikan oleh Kontributor Trans7 wilayah Kedu Tri Joko Purnomo usai melakukan peliputan pertandingan sepakbola di Stadion Madya, Kota Magelang.

Awalnya sekitar pukul 18.00 WIB usai melakukan peliputan pertandingan sepakbola Kompetisi Divisi Utama antara PPSM KN Magelang melawan PSCS Cilacap, dirinya hendak pulang.

Saat sampai dipertigaan lampu lalu lintas wilayah, Jagoan, Kota Magelang merasa tidak enak melihat situasi awan mendung gelap dan diatas mendung awan berwarna merah jingga.

Merasa aneh, dirinya berhenti sejenak sambil melepas lelah usai melakukan tugas peliputan. Namun, saat menghadap ke arah Gunung Sumbing dia langsung dikagetklan dengan penampakan awan berbentuk tokoh pewayangan Ki Semar.

"Saat istirahat saya lihat mendung gelap dan di atas mendung awan berwarna merah darah semu jingga. Namun ketika saya menghadap ke arah lereng Gunung Sumbing saya langsung kaget! Ada penampakan awan berbentuk Semar," ungkap Tri Joko kepada merdeka.com, Sabtu (19/5).

Dirinya langsung teringat akan fenomena penampakan awan di Merapi sebelum erupsi yang saat itu sempat menggegerkan warga lereng Merapi sebagai tanda peringatan Gunung Merapi akan erupsi.

Akhirnya, buru-buru dia mengabadikan momen itu dengan memotret kamera BlackBerrynya. Dirinya mengabadikan fenomena awan membentuk Ki Semar itu hanya sebanyak dua kali longshoot dan close up.

Bentuk dan posisi penampakan Ki Semar itu tepat berada di lereng Sumbing, posisi berdiri di sisi selatan lereng Gunung Sumbing dengan jari telunjuk tepat berada di puncak Gunung Sumbing. Ki Semar dengan tegak menghadap ke arah utara tepatnya ke Temanggung dan Kota Semarang.

Usai memotret sebanyak dua kali, dirinya merasa khawatir dan bertanya-tanya terhadap fenomena terbentuknya awan menjadi tokok pewayangan Semar yang dikenal sebagai tokoh tertua dalam dunia pewayangan.

"Takut tidak! Tetapi saya sempat merinding juga sih. Malah dalam hati kecil saya bertanya-tanya munculnya penampakan Semar pasti pertanda atau akan ada firasat entah itu baik apa buruk," tegasnya.

Kemudian, usai memotret dan melanjutkan perjalanannya untuk pulang, selang lima menit melajukan kendaraan dan melihat kembali lereng Gunung Sumbing, penampakan awan berbentuk Ki Semar itu sudah hilang.

"Tidak ada lima menit, setelah saya mengendarai sepedamotor dari tempat saya memotret pembentukan awan Ki Semar sudah langsung hilang. Saya kaget kok secepat itu hilangnya," ungkapnya.

Sumber
#fd452a

No comments:

Post a Comment